Norwegia negara terbaik menjadi ibu??

Setelah baca ini, saya jadi pengen buru2 kerja lagi. Tapi berarti harus diikuti dengan buru2 punya anak lagi dong??? Kalo gitu….ntar dulu deh….

——————————————————————————————————

Sebuah survei terbaru menunjukan Norwegia menjadi negara terbaik di dunia untuk menjadi seorang ibu.

Lembaga internasional Save the Mother menyebutkan negara Skandinavia tersebut memiliki angka kematian saat melahirkan terendah. Di Norwegia cuti hamil sepanjang satu tahun penuh.

Ukuran lain yang digunakan adalah angka kematian anak yang rendah, masa hidup perempuan yang lebih panjang dan pendidikan bagi perempuan yang lebih tinggi, serta cuti melahirkan sepanjang satu tahun penuh.

Australia dan Islandia menjadi negara kedua dan ketiga dalam daftar yang sudah dikeluarkan sebanyak 12 kali tersebut.

Dari 164 negara yang di survei, Eropa menjadi penyumbang terbesar dalam daftar tertinggi dan Afghanistan menjadi negara terburuk untuk ibu.

Sedangkan Amerika Serikat hanya berada di peringkat. Tidak diketahui ada di peringkat berapa Indonesia dalam survei ini.

10 negara terbaik untuk menjadi seorang ibu

1. Norwegia
2. Australia
3. Islandia
4. Swedia
5. Denmark
6. Selandia Baru
7. Finlandia
8. Belgia
9. Belanda
10. Prancis

10 negara terburuk untuk menjadi seorang ibu
155. Republik Afrika Tengah
156. Sudan
157. Mali
158. Eritrea
159. Kongo
160. Chad
161. Yaman
162. Guinea-Bissau
163. Niger
164. Afghanistan

Advertisements
Posted in Uncategorized | 10 Comments

I’m Indonesian

Posted in Uncategorized | 10 Comments

Naik becak

Posted in Baby's Corner, picture | 3 Comments

Brothers

Posted in picture | Leave a comment

Dana Pendidikan

Kepala saya cenut2 ketika membaca di sini yang mengatakan bahwa biaya kuliah di Bandung 12 tahun dari sekarang bisa lebih mahal daripada biaya kuliah di Paris dalam jangka waktu yg sama. Penyebabnya tentu saja inflasi di Indonesia yg benar2 sungguh sangat super kejam sekali. Di Indonesia inflasi biaya pendidikannya sekitar 10-20% & inflasi biaya hidupnya sekitar 10-12%. Sedangkan di Paris inflasi biaya pendidikannya sekitar 5-10% & inflasi biaya hidupnya sekitar 2-3%.

Sedangkan untuk Norway, saya tidak tahu inflation rate di Norway. Yang saya tahu, tuition kuliah saat ini di Norway’s second largest university jika di-convert ke Rupiah adalah sekitar Rp. 800ribu sajah per semester saudara pemirsa… *mlongo*

Ngobrol sana sini tentang dana pendidikan di Indonesia,  ada beberapa catatan penting yang menurut saya cukup informatif  :

  • Yg paling penting untuk persiapan dana pendidikan adalah : cari produk investasi yang bisa mengalahkan inflasi pendidikan. Biar nantinya ga kaget atau jadi kesel sendiri karena cape2 ngumpulin dana ternyata pas mu dipake ga cukup.
  • Tentukan konsep pendidikan secara keseluruhan. Maksudnya : kalo ngga ada tujuan kuliah ke luar negeri ato sekolah internasionl, ga wajib2 bgt kan ya masukin anak ke PG-TK billingual/international?
  • Average kenaikan biaya pendidikan per tahun utk TK-SMA = 20%
  • Average kenaikan biaya pendidikan per tahun utk S1 = 15%
  • Sebelum berinvestasi, identifikasi tujuan lo apa, dan kira2 future value-nya berapa? Satu produk untuk tujuan berbeda. Misalnya : investasi saham 16 thn untuk biaya S1, investasi campuran untuk biaya smp, jangan disatukan, investasi untuk setiap tujuan yg berbeda. Jadi dana untuk SD di-investasi-kan di produk A dan produk B, dana SMP di investasikan di produk B, produk C, investasi untuk dana SMU di produk C. jadi masing2 tujuan punya ‘rumah’ sendiri-sendiri.
  • Kalo punya lebih dari 1 anak : sebaiknya memang dipisahkan per masa sekolah (SD,SMP, SMA, Kuliah) dan per anak *pingsan*
  • Gudance investasi : investasi disesuaikan dengan jangka waktu pemakaiannya. yaitu : 1-5thn = RD pasar uang, 5-10thn = RD pendapatan tetap, 10-15thn = RD campuran, >15thn = RD saham.
  • Untuk investasi dana pendidikan jangka waktu <5thn, menabung/tabungan pendidikan masih OK. Sedangkan untuk di atas 5thn sebaiknya berinvestasi supaya bisa mengejar kenaikan biaya pendidikan.
  • Ketika itung2an biaya, asumsikan anak kita masuk sekolah swasta & universitas swasta
  • Kalo untuk kuliah ke luar negeri, asumsi inflasi biaya pendidikan yg kita pake adalah sekitar 10%. 5% untuk asumsi kenaikan biaya uang sekolah nya di sana (karena klo di LN, inflasi pendidikan ga setinggi di indo). 5% nya lagi untuk meng cover exchange rate IDR dengan mata uang mereka
  • Untuk dana S1 (apalagi di luar negeri) dana yg harus kita siapkan adalah uang pangkal, uang semesteran, dan living cost nya. Dari mulai dia masuk s/d lulus. jadi pas anak kita baru mau masuk S1, dana semua nya s/d dia lulus udah siap (standby di depan). Hal ini untuk mengurangi resiko anak kita putus sekolah di tengah2, karena dana kita ga siap dari awal.

Duhhh…masa saya harus back for good ke Indonesia setelah anak2 saya kelar kuliah siy??? *mewek di pojokan*

Posted in Financial Thingy | 2 Comments

Upin & Ipin

Sebenarnya saya & suami ingin menggunduli Zidna sejak akikahnya dia agar kulit rambutnya bersih & rambutnya tumbuh lebat.Tapi karena kami hanya tinggal berdua & saya tidak berani memegang Zidna ketika digundulin, maka kami terpaksa menunda niat tersebut. Lagipula, rasanya tidak mungkin menggunduli Zidna ketika Ib’ham berkeliaran pecicilan. Bisa2 Zidna jadi pitak 😛

Karena sekarang ada ayah & ibu, kami segera melaksanakan niat kami yang sempat tertunda tersebut. Sekalian saja Ib’ham juga kami gundulin agar rambutnya juga tumbuh lebat.

Setelah mereka gundul, kok jadi seperti upin & ipin yah???

Posted in Baby's Corner | 7 Comments

Bread pudding

Selain bisa membantu menghabiskan sisa roti tawar yang hampir kedaluwarsa, cemilan ini juga membantu saya mengatasi GTM yang sedang melanda Ib’ham. Cemilan ini kaya asupan walaupun membuatnya sangat mudah.

Bahan :

  • 10 lembar roti tawar tanpa kulit
  • 600 ml susu cair
  • 4 butir telur
  • 100 gr gula pasir
  • 75 gr margarin, cairkan
  • vanili essence atau essence rasa lain
  • kismis atau bubuk kayu manis
Cara :
  1. Potong roti menjadi kotak2 kecil & rendam  larutan susu selama 30 menit sampai roti hancur dan lembut
  2. Kocok telur dan gula pasir hingga gula larut, masukkan ke dalam adonan roti, aduk rata
  3. Masukkan margarine yang telah dicairkan dan essence, aduk kembali sampai rata.
  4. Tuang adonan ke dalam cetakan tahan panas yang sudah diolesi margarine
  5. Kukus atau panggang hingga matang (saya pilih dipanggang euy…biar gampang *dasar pemalas!!
  6. Setelah setengah matang, taburi kismis atau bubuk kayu manis.
  7. Angkat setelah matang
  8. Masukkan ke dalam lemari es jika ingin disantap dingin
Posted in Recipe | 2 Comments