New Kid on the Block

I’m mother of 2 now!!! 😀

Seems like I’m getting older way much faster than expected *ngelap kringet*.

Saya memang tidak banyak bercerita tentang kehamilan saya yang ke-2. Bukan karena kehamilan ini disembunyikan *lha wong saya sudah punya suami…wkwkwkwk :P*. Tapi karena hal tersebut merupakan kejutan buat keluarga kami di Indonesia ketika kami mudik bulan september lalu.. 😛 Ditambah lagi beberapa bulan terakhir bener-bener menguras darah dan air mata *lebay dikit boleh doonggg…* karena kami baru saja pindah kota, suami pindah kerja, dan saya sendiri riweh mengurus batita yang lagi seneng-senengnya manjat meja buat joget-joget sambil bawa gentong selama 9 bulan (aka hamil) *gosh!!*

Proses kelahiran anak ke-2 kami bener2 sangat cepat sekali. Dengan track record Ib’ham yang tidak ada kontraksi selama 43 minggu, saya pikir anak ke-2 saya akan lahir lebih lama dari prediksi. Saya masih ingat sekali historical journey kelahiran anak ke-2 saya:

Jam 00.30 : Perut saya mules seperti malam2 sebelumnya. Saya cuek bebek seperti biasa.

Jam 01.00 : Kok mulesnya makin kuat ya? ‘Ahh…paling bentar lagi juga ilang kaya kemaren2

Jam 01.30 : ‘Weleh!!! Ko sekarang perut saya rasanya seperti nyeri menstruasi jaman dulu yah??

Dulu waktu saya masih gadis *tsaahhh…gadis bo’!!! wkwkwkw :D* saya tidak bisa bangun jika tamu bulanan sedang datang berkunjung*.  Saya mulai ga bisa duduk karena perut saya lumayan mules dan mulai menghitung jarak antar mules (baca: kontraksi).

Jam 02.00 ‘Kok jarak antar mules udah 7menitan yah?’

Saya yang saat itu sedang chat dengan salah satu sahabat saya bertanya padanya ‘Kalau jarak kontraksi 6menitan, kira2 bukaan berapa yah?‘. Teman saya menjawab ‘Gile lo!!! Kalo udah segitu lo harusnya udah di rumah sakit!!’

Jam 03.00  : Saya mulai mematikan laptop saya dan memutuskan untuk masuk kamar untuk mencoba memejamkan mata.

Jam 04.00 : Saya tidak bisa tidur!!! Jarak antar kontraksi 5 menitan.

Jam 05.30 Jarak antar kontraksi sekitar 4 menitan. Saya memutuskan untuk membangunkan suami saya. Karena saya sedang merasakan mules dasyat, maka sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan tegak. Akibatnya, ketika suami saya sedang di kamar mandi, saya harus mengejar-ngejar Ib’ham dengan merangkak untuk memakaikan winter suit!!! *doh!! kalau inget bisa cekikan sendiri :P*

Dan tentu saja, saya mengalami kendala ketika harus berjalan untuk masuk taksi. Saya tidak mau mengandalkan suami saya karena dia sedang mengurus Ib’ham yang pecicilan dan harus riweh bin repot memasukkan stroller ke dalam taksi dan mendudukkan Ib’ham di carseat.Saya juga tidak mau meringis kesakitan ketika berjalan melewati halaman untuk masuk ke taksi. Dan yang saya lakukan untuk menuju taksi adalah: saya ngendon di depan pintu sambil menunggu datangnya kontraksi. Ketika kontraksi datang, saya ambil nafas dalam2. Ketika kontraksi datang, saya segera lari terbirit-birit menuju taksi!!! 😀

Jam 07.00  : Kami sampai di rumah sakit. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan, saya diberi tahu bahwa saya sudah bukaan 8 atau 9!!! Langsung dah saya dimasukkan ke delivery room.

Jam 07.20 : ‘You can push if you want to‘ kata jørdmor (bidan). Tanpa babibu, saya langsung ngeden.

Kalo mau ngeden, ambil nafas dulu‘, kata suami saya.

Bener juga yah…‘, kata saya dalam hati.

Saya ambil nafas sedalam2nya & saya ngeden sekuat saya. Jam 07.45 Ib’ham has a brother!!!! 😀

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, akhirnya saya diijinkan meninggalkan rumah sakit pada hari ke-5. Saya tidak sabar untuk bertemu dengan 2 orang yang saya cintai; Ib’ham dan suami saya; yang dengan terpaksa harus saya tinggalkan. Ya, saya ditemani suami saya hanya sampai beberapa jam setelah melahirkan. Selebihnya, saya sendirian di rumah sakit dan hanya sekali suami saya datang menjenguk saya karena suami saya harus mengurus rumah dan Ib’ham.

Karena saya merasa cukup sehat untuk segera pulang dan menurut saya Ib’ham yang saat itu sedang kurang sehat dan keriwehan di rumah lebih membutuhkan suami saya, maka kami memutuskan saya pulang naik taksi, hanya berdua dengan jagoan kecil saya yang baru berumur 5 hari : Ahmad Zidnabarka Madjied 🙂

Advertisements

About tisyonk

A late-aged girl who just realized that destiny has made her to be a woman ^_^
This entry was posted in Baby's Corner, sharing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s